PENIPUAN DI DEPAN MATA

PENIPUAN DI DEPAN MATA

 

Peristiwa ini terjadi bermula ketika saya mau mengirim paketan buku ke Pinrang dan Bogor.
Jam 3 sore, kantor POS sudah tutup, akhirnya saya pun pulang. Ketika dalam perjalanan pulang, saya melihat ada toko baru yang sangat ramai dan bertuliskan "Only 7.000", saya sebagai wanita normal yang juga suka berbelanja, pastinya sangat tertarik dengan tulisan tersebut.

Tanpa aba-aba, saya memakirkan sepeda motor di depan toko dan melesat ke ATM terdekat. Berhubung barangnya bisa dipastikan murah, saya takut uang yang saya bawa tidak cukup.
Di dalam toko, memang semuanya serba 7.000. Ada baju, celemek, kacamata, pigura, tas, sandal, taplak meja, peralatan tulis, peralatan masak, semuanya murah. Langsung saja saya berkeliling untuk mencari barang yang benar-benar saya perlukan. Karena mau Lebaran, saya tak ingin membeli barang yang tidak berguna hanya karena ada sale.

Akhirnya saya memilih taplak meja, semprotan (tempat buat isi ulang Rafika), dan tas mungil yang cantik buat si kecil. Di kasir, saya ikutan mengantri, karena ternyata banyak juga yang telah mendapatkan barang idamannya.

Nah, di kasir inilah penipuan tersebut terjadi. Tiba-tiba ada seorang ibu yang meminta pegawai kasir untuk menukar uang pecahan baru 2.000-an.

"Kamu punya uang pecahan gak? Sini tak tukarkan. Kasihan banget!" Dengan suara keras, hampir semua yang belanja bisa mendengarkan.

"Ada kok!" jawab penjaga kasir.

"Bukan uang pecahan biasa, yang baru. Kamu punya gak? Kalo bukan aku yang nukarin, gak akan boleh, soalnya aku nasabah Bank Per***a!"

Kasir terlihat bingung, tapi ibu itu terus berkata bahwa dia nasabah bank tersebut dan mau membantu kasir mendapatkan uang baru. Akhirnya kasir menyerahkan uang 200 ribu, tapi oleh ibu itu dibilang kurang dan ditambah 200 ribu lagi oleh kasir.

"Tuh anak saya di luar. Biar anak saya yang menukarkannya ke bank!" sambil memanggil anaknya.
Lalu terlihat wanita berjilbab yang sangat cantik dan ibu itu memberikan uang 400 ribu kepada anaknya. Anaknya pun pergi.

Well, awalnya saya biasa saja dengan peristiwa ini, bahkan mungkin seluruh orang yang tahu peristiwa tersebut juga merasakan biasa saja. Sampai akhirnya saya membayar barang yang saya beli lalu keluar toko. Di luar, saya tak mendapati ibu tersebut bersama anaknya. Padahal bank tersebut cukup jauh dan bisa terlihat dari tempat saya berdiri.

Antara sadar dan tidak, saya mulai menerka-nerka. Di tengah perjalanan, saya baru sadar bahwa peristiwa tadi adalah penipuan. Semua seperti terhipnotis, termasuk saya. Ini peristiwa penggendaman yang ke-3 yang saya temui dalam hidup saya. Walaupun bukan saya korbannya, namun saya tetap kasihan kepada penjaga kasirnya.

Semoga semua pelaku kejahatan seperti ini segera bertaubat sebelum ajal menjemput mereka.

Note : Jika teliti dan jeli dalam membaca peristiwa ini, pasti tahu bagian mana saja yang "janggal". :)

+ comments + 1 comments

31 July 2013 at 20:13

Aduh... moga2 kita dihindarkan dari hal2 seperti ini ya, Mbak... ira

Post a Comment

 
Supported By : My Free Template | Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Grosir Kosmetik Kepanjen - All Rights Reserved
Edited Anisa AE Created by Mas Template
Proudly powered by Blogger